Pesawat kabut asap: kenapa pesawat bisa nembus awan tebal, tapi kalah sama asap karhutla? ✈️ Ternyata masalahnya bukan di langit, tapi di landasan. Di dalam awan pilot terbang pakai instrumen, dan awan biasanya punya dasar, jadi di bawahnya landasan sudah kelihatan. Kabut asap beda: menempel dari tanah sampai atas.
Sebelum mendarat, pilot wajib melihat landasan atau lampunya sebelum batas ketinggian tertentu. Kalau belum kelihatan, pesawat harus naik lagi dan membatalkan pendaratan. Di Bandara H. Asan Sampit, batas jarak pandang untuk mendarat sekitar 2.400 meter, sedangkan saat asap pekat jarak pandang tinggal sekitar 80–100 meter (UPBU H. Asan, 26 Okt 2026).
Menurut Kemenhub (Dirjen Perhubungan Udara, 26 Okt 2026), kabut asap mengganggu 3.030 penerbangan pada 14 Agustus–25 Oktober 2026, dan sekitar 1.700 di antaranya dibatalkan. Kemenhub meminta AirNav meningkatkan alat bantu pendaratan (ILS) ke Kategori II di bandara yang sering terdampak, supaya pesawat bisa mendarat dengan jarak pandang lebih rendah. Tapi selama asap masih pekat, landasan tetap susah terlihat.
Sumber (dibuka 27 Okt 2026):
• CNBC Indonesia, 26 Okt 2026: Karhutla ganggu 3.030 penerbangan RI, begini respons Kemenhub
• Kemenhub Ditjen Hubud, UPBU H. Asan Sampit, 26 Okt 2026
• SKYbrary, Precision Approach (kategori pendaratan ICAO)
Visual: animasi original, pesawat generik tanpa logo maskapai.
Musik dan efek suara: CC0.
#kabutasap #penerbangan #pesawat #karhutla #bandara #aviasi #penerbanganbatal #keselamatanpenerbangan #kenapaya
source
